Program Industri Pemerintah Dukung Kebangkitan Bersama

Program Industri Pemerintah Dukung Kebangkitan Bersama

Program Industri Pemerintah Dukung Kebangkitan Bersama – Pemerintah tak henti memberi dukungan bagi berbagai sektor industri yang terdampak pandemi Covid-19, termasuk industri ekonomi kreatif (ekraf).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, ekraf digital berhasil mengambil peluang dan menaikkan pendapatan hingga 4 kali lipat di tengah pandemi. Dia menjelaskan, tak semua industri dapat menghindari terjadinya kerumunan. Digitalisasi pun diyakini menjadi kewajiban saat ini.

anaan.net Tak hanya di kota-kota besar, para pelaku industri ekraf di daerah juga didorong memanfaatkan teknologi digital. Untuk itu, kini disediakan perangkat teknologi di setiap kelurahan, sehingga pelaku dapat memasarkan produk melalui e-commerce.

Baca Juga :  Industri Kimia Diharapkan Pemulihan Tahun Depan

Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan sosial tunai dan sembako, program pemulihan dalam wujud bantuan permodalan, serta pembukaan jalur distribusi baru bagi pelaku ekraf dan UMKM, termasuk pasar internasional.

Di Jawa Barat, pemerintah provinsi membangun ruang interaksi untuk kegiatan bersama, seperti creative center sebagai wahana kreasi anak-anak muda terdidik di Bandung, Bogor, Subang, dan kota-kota lain; juga Bandung Creative Zone yang dapat digunakan sebagai ruang perkantoran para pelaku usaha startup.

Fasilitas serupa juga terdapat di Semarang, yakni Semarang Creative Gallery dan Semarang Creative Hub. Wali Kota Hendrar Prihadi yang biasa dipanggil Hendi menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan panggung untuk gelaran pertunjukan virtual para musisi dan seniman.

“Untuk mendukung para pelaku usaha, kami juga memberikan kemudahan seperti pengurusan sertifikat halal dan hak kekayaan intelektual secara gratis, serta keringanan pajak bagi pelaku ekraf,” kata Hendi.

Tak sendirian, Pemkot Semarang menjalin kolaborasi dengan 20 desainer guna memberi masukan terkait desain kemasan bagi seribu UMKM dan ekraf, serta memfasilitasi pelaku untuk membuat seribu kemasan pertama.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) turut giat mengungkit industri ekraf, antara lain melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang termasuk dana stimulus Bangga Buatan Indonesia (BBI), serta PEN untuk pelaku ekraf perfilman.

Direktur Tata Kelola dan Ekonomi Digital Kemenparekraf Selliane Halia Ishak mengungkapkan, stimulus BBI akan diluncurkan dalam bentuk pemberian voucher untuk meningkatkan jumlah transaksi produk ekraf melalui e-commerce.

“Jadi penerima manfaatnya adalah para produsen,” ujar Selliane.

Dia menjelaskan, insentif tersebut bertujuan mendorong pelaku UMKM segera memanfaatkan platform digital. Total anggaran program yang sedang gencar dikampanyekan ini mencapai Rp200 miliar. Untuk mendapatkan bantuan, pelaku ekraf harus menjual produk asli buatan Indonesia, produsen adalah warga negara Indonesia, memiliki Nomor Izin Berusaha, punya sertifikat merek, dan sejumlah syarat lain.

Sebagai salah satu penerima bantuan, CEO THENBLANK, Mutiara Kamila Athiyya mengaku merasa sangat terbantu. Dia pernah mendapatkan Bantuan Subsidi Upah serta insentif pajak dari pemerintah. Usai berhasil bangkit, Mutiara terdorong untuk memberikan bantuan kepada pelaku ekraf lain yang terdampak pandemi dengan membagikan 3 ribu meter kain kepada UMKM bidang fesyen yang dikirim langsung ke seluruh Indonesia. Dia juga telah menyusun rencana kolaborasi untuk mendorong pemulihan sektor ekraf.

ananet9hsX