Masjid Terlupakan Abad Ke-14 Di India Viral

Masjid Terlupakan Abad Ke-14 Di India Viral

Masjid Terlupakan Abad Ke-14 Di India Viral – Suatu langgar era medio di area Delhi, India, nampak dalam situasi cacat, kubahnya lenyap, tumbuhan berkembang dari bentuk gedung langgar, serta rumput berkembang buas dan lumpur penuhi laman langgar. Langgar yang terdapat di Begumpur, Malviya Nagar ini terbengkalai serta terabaikan walaupun administratur Survey Arkeologi India( ASI) berkata profesi pelestarian lagi berjalan.

anaan.net Pengarang serta ahli sejarah William Dalrymple pada Senin( 13/ 9) kemudian unggah gambar langgar Begumpur di Twitter serta membuktikan situasi langgar dikala ini. Dalam cicitannya, beliau menorehkan asbes Langgar Begumpur terkini saja ambruk sebab hujan karena pengabaian ASI.

Baca Juga :  India Akan Kembangkan Industri Teknologi Hingga Capai Rp14.200 Triliun

” Dengan manajemen yang lebih bagus, mukjizat era medio yang besar ini sedang dapat jadi web darmawisata penghasil pemasukan penting. Kebalikannya, itu didiamkan ambruk serta lenyap,” tutur Dalrymple, dikutip di Indian Express, Rabu( 15/ 9).

Tetapi, seseorang administratur ASI menjelaskan beberapa kecil gedung sudah ambruk pada 2019 serta ASI berikan sokongan pada bentuk yang tertinggal dengan mendirikan tiang/ pilar. Bagi administratur itu, sisa- sisa gedung langgar jatuh ke saluran pengasingan terdekat, yang sudah dibersihkan sebagian hari kemudian oleh golongan kewajiban itu.

” Sisa- sisa dari saluran yang dibersihkan oleh ASI saat ini nampak selaku bentuk yang ambruk,” tutur administratur ASI.

Suatu regu dari kantor lingkar Delhi mendatangi posisi itu pada Selasa kemudian serta mengonfirmasi tidak terdapat kejatuhan semacam itu masa ini. Dikala ini, regu sudah bertugas di posisi itu buat sebagian durasi. Administratur berkata saluran air sudah dibersihkan serta profesi pelestarian tengah dicoba.

Sebagian batu terbaring di tanah di dasar kubah yang lenyap. Pada Selasa petang, para pekerja bertugas di saluran pengasingan di dasar kubah. Mereka berkata kalau kelihatannya batu- batu itu jatuh baru- baru ini sebab profesi yang lagi berjalan di dekat saluran pengasingan.

Dikala petang pada Selasa, langgar yang terabaikan itu senantiasa serupa sekali tidak terdapat wisatawan. Tetapi, terdapat segerombol masyarakat lanjut usia setempat yang bersandar di atas sprei serta main kartu di tangganya.

Energi pikat tempat ini terdapat pada puing- puing batu simpel, laman yang besar, serta pilar tower. Tetapi, tamannya berumput serta becek, sedangkan vegetasi rimbun membatasi wisatawan buat masuk lebih jauh, serta langit bisa diamati lewat bagian- bagian kubah yang jatuh.

Langgar era ke- 14 ini mempunyai 64 kubah dengan satu kubah di tengah. Bagi ASI, langgar itu dipercayai dibentuk oleh Khan- e- Jahan Juna Shah.

Bagi pengarang serta pengarang asal usul Delhi, Rana Safvi, langgar ini berdimensi 307 kaki kali 295 kaki. Ia berkata langgar ini merupakan jenis langgar India awal Brahtmukhi ataupun jenis langgar pilar tower.

Laman langgar sering didatangi oleh parkit hijau, merpati, serta player kriket lokal yang memakainya selaku alun- alun main. Sebab tidak terdapat sistem karcis, tidak terdapat metode buat mengakhiri orang merambah langgar dari pintu balik sehabis hari hitam.

Dengan kubah yang lenyap, tumbuhan yang berkembang dari bentuk, serta rumput serta lumpur di laman, langgar Begumpur yang terabaikan terletak dalam situasi cacat. Sedangkan administratur Archeological Survei of India( ASI) berkata profesi pelestarian lagi berjalan.

” Asbes Langgar Begumpur terkini saja ambruk sebab hujan sebab pengabaian ASI. Dengan manajemen yang lebih bagus, mukjizat era medio yang besar ini sedang dapat jadi web darmawisata penghasil pemasukan penting.

Kebalikannya, itu didiamkan ambruk serta lenyap,” tutur pengarang serta ahli sejarah, William Dalrymple dengan unggah gambar masjid

Tetapi, seseorang administratur ASI menjelaskan terpaut langgar Bergumpur.” Beberapa kecil sudah jatuh pada tahun 2019 serta ASI berikan sokongan pada bentuk yang tertinggal dengan mendirikan tiang,” tutur ia.

” Sisa- sisa gedung sudah jatuh ke saluran pengasingan terdekat yang dibersihkan sebagian hari yang kemudian oleh kantor bundaran. Sisa- sisa dari saluran pengasingan yang dibersihkan oleh ASI saat ini nampak selaku gedung yang ambruk,” lanjut administratur itu.

Suatu regu dari kantor lingkar Delhi mendatangi posisi itu pada Selasa( 14/ 9) serta mengonfirmasi kalau tidak terdapat kejatuhan semacam itu masa ini. Ia berkata, regu sudah bertugas di posisi buat sebagian durasi, dengan saluran air dibersihkan serta profesi pelestarian tengah dicoba.

Sedangkan itu, sebagian batu terbaring di tanah di dasar kubah yang lenyap. Pada Selasa petang, para pekerja bertugas di saluran pengasingan di dasar kubah.

Mereka berkata, kelihatannya batu- batu itu jatuh baru- baru ini sebab profesi yang lagi berjalan di dekat saluran pengasingan.

Pada Selasa petang, langgar yang terabaikan itu senantiasa serupa sekali tidak terdapat wisatawan. Hendak namun terdapat segerombol masyarakat berumur yang bersandar di atas seprai serta main kartu di tangganya. Energi pikat tempat ini terdapat pada puing- puing batu simpel, laman besar, serta tower pilar.

Tetapi, tamannya berumput serta becek, sedangkan vegetasi rimbun membatasi wisatawan buat masuk lebih jauh. Sedangkan langit bisa diamati lewat bagian- bagian kubah yang jatuh.

Langgar yang terdapat di Begumpur, Malviya Nagar ini mempunyai 64 kubah dengan satu kubah di tengah.

Bagi ASI, langgar itu dipercayai dibentuk oleh Khan- e- Jahan Juna Shah.

Terkait

Bagi Cerpenis serta pengarang asal usul Delhi, Rana Safvi langgar ini berdimensi 307 kaki kali 295 kaki. Ia berkata, langgar era ke- 14 merupakan jenis awal langgar Brahtmukhi ataupun pylon India.

ananet9hsX